Bandar Domino OnlineAgen Sakong Online Agen PokerAgen Ceme

Latest Posts

Monday, June 11, 2018

Cerita Dewasa - Ngentot Dengan Cewek Yang Baru Kenal Dari Wechat

Ngentot Dengan Cewek Yang Baru Kenal Dari Wechat

Ngentot Dengan Cewek Yang Baru Kenal Dari Wechat  - Pada saat ini saya menginginkan bercerita pengalaman bercintaku yg tidak terlupakan. Saya yaitu seseorang mahasiswa yang kuliah di satu diantara perguruan tinggi swasta. Namaku Valentino serta sekarang ini usiaku 22 th.. Menurut rekanku walau muka Chinese-ku ini bebrapa umum saja tapi saya miliki daya tarik sex yang cukup tinggi. Tinggi tubuhku cuma 173 cm dengan berat 71 kg. Saya juga sukai berolahraga serta lumrah saja bila fisikku cukup sempurna. Cerita Dewasa 

Peristiwa ini berlangsung pada saat berlibur natal 2000 yang kemarin. Saat itu untuk melepas kesuntukan karna tak ada kesibukan, saya mengambil keputusan untuk chatting di warnet di dekat kost. Saya masuk ke channel favoritku yakni Bawel. Selang sebagian lama ada nick yang invite saya masuk ke channel dia. Serta saya juga masuk saja, cuek.. siapa takut.

Nyatanya sesudah kami bercakap sebagian lama, dia yaitu seseorang cewek universitas yang gaul banget. Dari perbincangannya kelihatannya dia bukanlah orang yang kuper. Namanya Michelle, serta kuliah di PTS juga serta usianya juga sama denganku. Diakuinya tengah ditinggal pacarnya serta dia masih tetap terasa sedih. Saya berupaya menghiburnya, serta saya juga minta no teleponnya. Serta pada akhirnya kami sama-sama ganti no telepon.

Besok harinya, saya bangun siang sekali karna tempo hari saya chatting hingga jam 1 pagi. Mendadak di kost-ku ada yang manggil, tuturnya ada telepon untukku. Saya juga bingung siapa yang menelepon, serta sesudah kuangkat. Oh, rupanya Michelle yang meneleponku. Hari itu sich hari minggu, serta kebetulan saya sekali lagi tak ada acara.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Michelle mengajakku untuk janjian berjumpa serta saya juga menyanggupinya. Kami berjumpa di Mall Ciputra, persisnya di Pizza Hut. Rupanya disana dia tidak sendirian, dia ditemani tantenya yang cantiknya aduhai serta rekan satu kampusnya yang tidak kalah cakepnya. Nyatanya Michelle ini cantik sekali, tingginya kurang lebih 170 cm serta kutebak ukuran branya tentu 36B, sama dengan tantenya.

Kami juga berteman. Michelle menyapaku, “Kenalin ini Tante gue.. Ratna serta ini teman gue Shinta.. ” Kami juga sama-sama berjabat tangan serta merasa tangan mereka benar-benar lembut. Kemudian kami pesan pizza ukuran besar serta sembari menanti saya selalu memandang Michelle, serta dia agak membungkuk hingga saya dapat lihat belahan dadanya yang buat kemaluanku mulai menegang ditambah sekali lagi lihat pahanya yang mulus tanpa ada cacat juga bibirnya yang ranum serta merekah. Cerita Panas

“Kamu sekali lagi berlibur kan Val? ” bertanya Tante Ratna.
“Iya nih.. sekali lagi jemu, setelah tidak ada yang dapat dikerjain saat berlibur. ” jawabku sekenanya.
“Mmm, bagaimana bila kita bertiga ngerjain anda, kan tuturnya anda tidak ada kerjaan? ” kata Shinta sembari tertawa menggoda.
“Iya nih, ingin tidak.. kita bermain-main sedikit? ” sambung Michelle.
“Ah kalian dapat saja, bukannya saya yang ngerjain kalian nanti? ” godaku.
“Ihh.. anda dapat saja deh.. ” bisik Tante Ratna.
“Ya telah, dari pada banyak omong, bagaimana bila malam hari ini kita nginap di hotel saja, tuh di seberang resepsionis hotel telah nunggu kita tuh.. ” ajak Shinta.

Pada akhirnya kami setuju untuk membooking kamar di Hotel Ciputra serta Tante Ratna yang bayar. Kami masuk ke kamar serta saya juga merebahkan tubuhku ke ranjang, untuk melepas capek. Saya pernah pejamkan mata sebentar, serta mendadak kurasakan ada yang mengelus-elus sekitaran selangkanganku serta nyatanya itu si Michelle yang telah tidak sabar sekali lagi. Cerita Seks Terbaru

Dipelorotkannya reitsleting-ku serta dia juga mulai membedah CD-ku yang berisi telah membengkak karna adikku yang telah tidak tahan sekali lagi untuk menerobos. “Val, saya ingin dong nyobain ngulumin pisang anda yang cakep ini, bisa kan? ” pinta Michelle manja. Tanpa ada komando segera dijilatnya ujung kepala kemaluanku. “Ahh.. sangat nikmat.. ”

Belum juga sepuluh menit, mendadak Tante Ratna telah telanjang bulat serta mengarahkan kemaluannya ke wajahku. Serta tanpa ada bebrapa sangsi kujilat vaginanya yang masih tetap cakep itu. Disamping itu Shanti yang dengan luwesnya sesudah usai mandi mulai naik ke ranjang juga serta mencapai ke-2 bukit Tante Ratna yang telah menegang putingnya itu karna terangsang oleh jilatanku pada ruang kewanitaannya.

“Ahh.. enak sekali rasa-rasanya dapat dikerjain mereka bertiga. Michelle serta Tante Ratna dengan buah dada 36B, dan Shanti dengan buah dada 34D, benar-benar membuatku tidak dapat berbicara terkecuali, “Uh.. oh.. uh.. oh.. ” Aduh benar-benar nikmat. Penisku yang panjangnya 16 cm ini rasa-rasanya telah sangat nikmat serta panas sekali dihisap dengan bertukaran oleh mereka bertiga. Serta saya juga keluar sesudah 20 menit, dikocok serta dijilat dengan bertukaran.

Saya mengeluarkannya di mulut Michelle yang mungil sedang Tante Ratna serta Shanti juga tidak ketinggal bersihkan cairan spermaku yang cukup banyak ini. Kemudian Tante Ratna datang serta memijat penisku yang telah mulai loyo sampai berdiri sekali lagi. Ah, belum juga 2 menit adikku telah naik sekali lagi karena pijatan lembut Tante Ratna, disamping itu Shanti serta Michelle bermain berdua, karna mereka nyatanya lesbian dan biseks.

Tante Ratna lalu memasukan penisku kedalam lubang kemaluannya yang telah penuh cairan cinta itu. Memanglah sich awalannya agak sulit, serta rupanya walau telah miliki suami, Tante Ratna ini kemaluannya tetaplah sempit serta buat adikku seakan dipijat serta diremas-remas oleh dinding kemaluannya yang kuat sekali. Disamping itu selang saat 15 menit, Michelle menghampiriku sekali lagi serta meletakkan vaginanya diatas wajahku untuk dijilat.

Dengan tempat bertemu dengan Tante Ratna, Michelle menolong menjilat puting susu Tante Ratna yang berwarna pink itu. Disamping itu Shanti juga tidak tinggal diam, diarahkannya jariku kedalam lubang kemaluannya lalu saya juga mulai tahu tujuannya. Kuobrak-abrik kemaluannya dengan ke-2 jariku, sampai Shanti menjerit-jerit keenakan. Tante Hot 

Pada akhirnya 10 menit lalu Tante Ratna berteriak, “Val.. oh.. enak Val.. Tante ingin keluar nih.. ”
“Tunggu Tante saya juga ingin keluar, saya keluarin di dalam saja yah? Setelah masih tetap ada Mich! Michelle sama Shanti sich, tidak dapat bergerak nih.. ” erangku.
“Ya telah, keluarin di dalam saja.. ohh.. Tante keluar.. ” desah Tante Ratna.
Pada akhirnya kami juga keluar bersama. Serta lalu kami selalu coba style yang lain sekali lagi hingga lebih kurang telah 1/2 dua pagi.

 Esok harinya jam tujuh pagi saya terbangun serta nyatanya mereka telah membikinkan sarapan untukku. Wah tanpa ada baju mereka menyuapiku untuk sarapan serta minum susu. Tapi saya lebih tertarik pada susu mereka. Dengan nafsu mereka menyuapiku dalam kondisi telanjang. Terasanya dunia ini seperti di sorga. Michelle mulai menatapku penuh nafsu. “Val, saya ingin sekali lagi nih, habis tempo hari belum juga senang sich.. bisa tidak? ” bertanya Michelle.

“Oh.. why not, my soul is your mine.. juicet do it.. ” balasku mesra. Pada akhirnya Michelle mulai menjilati putingku sambil menciumku serta membelaiku. Saya benar-benar rasakan kesenangan serta kelembutan tangannya. Serta di adik kecilku telah ada Tante Ratna serta Shanti yang tangannya bergerilya dengan penuh nafsu serta membuatku merem melek. Oh.. begitu indahnya dunia.

Lalu Tante Ratna memijat adik kecilku dengan ke-2 bukit susunya yang benar-benar menarik. Aduh enak sekali dipijat dengan tetek ini rasa-rasanya. Saya tidak mampu sekali lagi untuk menahan semuanya gairahku. Disamping itu Michelle juga tidak ingin tinggal diam sekali lagi. Selekasnya diarahkannya vaginanya ke wajahku serta saya juga menjilat vaginanya yang telah memerah itu. Serta awalilah nada desahan terdengar serta berpadu membuat satu gabungan nada yang menggairahkan, birahiku makin tinggi.
AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Ngentot Dengan Cewek Yang Baru Kenal Dari Wechat
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Sesudah selang 15 menit saya mulai coba mengubah tempatku serta Michelle kubaringkan sesaat Tante Ratna serta Shanti asik bermain berduaan. Kutumpahkan susu sarapanku ke mulut vagina Michelle serta kujilat-jilat vaginanya yang saat ini telah jadi rasa susu itu. Serta Michelle juga mengerang keenakan, “Val, masukin dong.. saya telah basah nih. ” Serta tanpa ada bebrapa sangsi sekali lagi kuhujamkan dengan keras penisku yang 16 cm ini sedalam-dalamnya ke lubang keperawanan Michelle yang merah merekah itu.

Saya terus-menerus memompa tanpa ada henti walau badanku serta badan Michelle telah berkeringat semuanya. Nada desahan untuk desahan selalu saja keluar serta makin menggebu-gebu semangat serta nafsuku pada pagi itu. “Uh.. uh.. uh.. ” bebrapa nada itu selalu mendesah serta keringat kami selalu menetes buat badan kami seperti berkilat keemasan ditimpa seberkas cahaya matahari. Tante Ratna juga yang walau telah cukup berusia tapi tetaplah saja bugar serta fresh.

Mungkin saja makin tua makin memiliki pengalaman kali yah? Sedang Michelle yang masih tetap muda selalu saja memperlihatkan semangat mudanya dengan jeritan-jeritan orgasme yang benar-benar makin membuatku terasa mujur, kelihatannya sekali mendayung 3 gunung kembar terlampaui. Saya betul-betul di buat kecapekan. Benar-benar berlibur yang awal mulanya buat bete jadi berlibur yang penuh masa lalu.

Untuk beberapa cewek, atau tante yang ingin melampiaskan nafsunya hubungi saja saya lewat e-mail. Saya begitu suka dapat menolong kalian supaya terpuaskan, ingin alami seperti narasi barusan lewat permainan group juga kuterima. Ingin 2 cowok serta 4 cewek juga tidak jadi masalah. Saya begitu terobsesi sekali juga akan sex mulai sejak pengalamanku.

So, saat ini siapa yang setelah itu ingin memperoleh pengalaman sex yang indah serta tidak terlupakan bersamaku, janganlah bebrapa sangsi hubungi e-mailku. Saya suka dapat memuaskan rekan-rekan cewek sekalian. Untuk yang belum juga memiliki pengalaman, sesudah kita dengan pastinya akan jadi satu pengalaman yang mengesankan sepanjang hidup. So tunggulah apa sekali lagi, bila ada yang tertarik silahkan hubungi saya lewat e-mail serta selekasnya peroleh pengalaman menarik bersamaku.
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Saturday, April 7, 2018

Cerita Dewasa - Ngentot Digoyang Teman Kenalan di Kampung

Cerita Dewasa - Ngentot Digoyang Teman Kenalan di Kampung

Ngentot Digoyang Teman Kenalan di Kampung - Aku masih berumur 16 tahun entar dalam dua bulan aku menginjak usia ke 17 tahun saat ini aku masih kelas 2 SMA tinggi badanku 160 cm aku memiliki ukuran bra 34 B aku juga terlalu memikirkan besar buah dadaku, aku terlahir di lingkungan yang baik dimana aku belum mengerti soal seks sampai suatu ketika peristiwa itu terjadi pada diriku.

Sebenarnya aku sedikit khawatir karena jalan tersebut biasanya cukup sepi apa lagi pada pukul
5 sore seperti ini. Aku pulang telat karena ada acara osis setelah pulang sekolah tadi.
“hai neng cantik.” celetuk seorang yang sepertinya preman.
Aku tak menghiraukannya dan berjalan lebih cepat.
“yah cantik-cantik kok sombong sih neng ” katanya lagi dan berjalan mengikutiku dari belakang.
Aku berlari menjauhi dia dan setelah beberapa meter aku mencoba menoleh kebelakang untungnya orang itu sudah tidak kelihatan.

“huhh untung aja gak ngikutin.” pikirku
Tapi tiba-tiba ada yang membekap mulutku dan kemudian tubuhku juga di tangkapnya sehingga aku tidak dapat bergerak. Aku berusaha meronta ronta tapi apa daya tubuh kecilku tak berpengaruh sama sekali mengahadapi tubuh kekarnya.
Dia menyeretku menuju sebuah gedung yang sudah tidak terpakai lagi sehingga dan daerah di sekitarnya juga tak ada pemukiman.
Setelah memasuki gedung tersebut dia membawaku masuk k sebuah ruangan. Cukup besar juga 5×6 meter dan juga terdapat sofa dan meja meskipun terlihat kotor dan rapuh. Aku di lemparkannya ke sofa tersebut. Cerita Dewasa 

“aaww..”aku teriak kesakitan
Walaupun itu sofa sudah banyak sobek di sana sini serta cukup keras sehingga membuat badanku kesakitan apa lagi sedari tadi aku d bekap dengan keras oleh dia.
“tenang aja cantik ga bakal sakit kok kalau kamu ga ngelawan.”
“saya mohon pak lepaskan saya, akan saya beri semua uang saya.” sambil terisak menangis
“aku lagi ga butuh uangmu aku butuh kamu sayang” dia mendekati sofa yang kududuki.
Dengan tubuh kesakitan aku mencoba bangkit berlari tapi refleknya cukup cepat dan mendorongku lg k sofa.
“jangann pak aku mohon..”
“tenang aja neng enak kok.” dia memelukku dengan tubuh gelap dan kekarnya serta tato d sebagian tubuhnya. Dia memiliki wajah sangar yang menyeramkan.
“lepas kan paak..” aku berusaha memberontak. Tapi dia terus memelukku dengan erat serta mencoba menciumiku.
“Emmhhh mhh” aku menutup bibirku erat-erat tapi dia terus menciumiku dan memegang daguku dengan keras sehingga memaksa mulutku terbuka
“ehmm mhh..”
“hsmmm..”

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Dia terus menciumi bibirku serta menjilati mulutku.
Aku berusaha menolaknya tapi lama kelamaan ada perasaan aneh dalam diriku jantungku berdebar debar perasaan aneh yang blum pernah kurasakan.
Lama kelamaan aku tanpa sengaja menikmati ciuman tersebut.
“hmmm ssshh.”
Entah kenapa tanpa sadar aku membalas ciumannya. Kami saling melumat aku memejamkan mataku menikmati setiap mili mulutku di jelajahi lidahnya. Lidah Kami saling berpautan.
“Hmm gimana enak kan neng ciumannya..”
Bagai dismbar petir asetelah mendengar hal tersebut kesdaranku kembali dengan jantung yang masih berdebar aku mendorongnya kemudian lari tapi baru sampai pintu dia menarik kerudungku sehingga aku terjatuh kebelakang.
“auuuh..” aku mengalami benturan yang cukup keras di kepala sehingga membuatku sedikit pusing.
“makanya jangan lari aku gak bakal main kasar kok kalau kamu nurutin aku.” membawaku ke sofa lg.

Dengan benturan di kepala membuat aku tak berdaya. Preman itu mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan mengarahkan tepat di depan leherku.
“oke sekarang kita rubah aturanya kalau sampe kamu ngelawan lagi jangan salahkan aku kalau pisau ini menancap pada lehermu.”
aku semakin ketakuan. “hi hihi.. iya pak.” Dengan sedikit menahan air mataku.
“ohh iya jangan panggil pak panggil aja mas, oh iya nama kamu siapa cantik”
“hiks.. Na nama saya Nia mas”
“wah cantik juga ya namanya kayak wajahnya.” preman itu membelai pipiku
“hiks hiks hiks” aku terus menangis.
“udah dong cantik jangan nangis apa mau pisau tadi lagi” . Cerita Panas 

“eh eh iya mas” aku berusaha menahan air mataku.
Nah gitu kan bagus ayo senyum pasti kamu cantik.
Dengan sedikit di paksakan aku berusaha untuk tersenyum.
“wahh wahh manis banget kamu rejeki nomplok emang nih” katanya tertawa. Dia meraba payudaraku.
“wah gede nih gak nyangka dapet bonus toge nih.” lanjutnya
tertawa.
“shh hhh..” preman itu mulai meremas remas pada awalnya aku merasa risih tapi lama kelamaan perasaan geli dan aneh mulai muncul.
“huhh mas udaahh hhh”
“udah apanya sayang.”
“itu tangannya.”
“emang knp tanganku?”
“remas hhh geli masss”
“tapi enakkan”
Aku memejamkan mata dan mendesah tanpa sadar menikmati remasan tersebut.
Ketika aku membuka mata ternyata kancing seragamku sudah terbuka semua dengan reflek aku menutup payudaraku yang masih tertutup bra biru muda.
“eh eh tangannya awas apa km mau pisau”
Dengan terpaksa aku menurunkan tanganku dan dengan leluasa dia memandangi payudaraku.
“ukuran berapa nih neng” preman itu melanjutkan meremas payudaraku dengan hanya terhalangi bra.
“hhh gatau mass”
“ayo jujur kalau gak kamu tau kan akibatny”
“shhh ii.. iya iya emmhh.. 34C.”

“wah mantep nih apa lg klu di kenyot.” Dia langsung menyingkap braku ke atas sehingga memperlihatkan pemandangan indah dua buah gunung kembar denag puting yg berwarna sedikit merah muda. Dan dengan puncak yang berdiri tegang.
“eneng udah sange ya tegang gini putingnya enak ya?”
Dia menghisap puting sebelah kiriku. Terus menghisap dan sesekali menggigit membuatku tak berdaya hanya bisa mendesah dan meremas sofa tersebut.
“jawab dong kalau aku tanya!!” perintahnya
“ehh ii iya bang”
“iya apanya”
“shhhh iya enak mas” dengan wajah merah padam dan malu-malu aku berkata seperti itu.
“nah gitu dong” dia lanjut mnghisap putingku dan memainkan yg sblah kanan
Hal tersebut membuatku tak karuan hanya desahan yang keluar dari mulutku. Perasaan aneh yang tak pernah kurasakan. Cerita Seks Terbaru

Setelah puas dengan dadaku dia trus menciumi perutku. Dan kemudian dia menuruhku untuk melepaskan rok abu-abuku. Aku sangat takut karna jika aku lakukan hal itu maka semua hal tersebut akan terjadi. Melihat aku yg sedikit ragu dia ganti menyuruhku untuk mengulum penisnya.
Aku kaget bukan kepalang. Aku bahkan tidak tau bagai mana caranya.
Dia menyuruhku jongkok d depan sofa tmpat dia duduk dan menyuruh melepaskan celananya. Aku ragu tp dia menarik tnganku tepat di gundukan yg menyembul di selangkangannya.
Awalnya mengusap usap kemudian dia mnurunkan clananya sehingga nampak penis hitamnya yg berdiri tegak di hadapanku aku belum pernah melihat benda itu dan membuatku merinding.
“wah kok takut gitu gak pernah liat ya”
Dia menyuruhku mengocok dengan tangannya.
“sshhh enakk hh ada bakat kamu pinter ngocok”
Aku terus mengocoknya
“sekarang ciumin!” perintahnya.
Dengan ragu aku mencium ujung penisnya yg mengeluarkan cairan bening dengan rasa takut. Aku menciumi seluruh batang itu.
” ayo sekarang hisap”
Dengan tiba-tiba dia memasukkan penisnya kedalam mulutku.
“uhhhkk” aku kaget dan bingung. Cerita Hot
“hisap!”

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online
Cerita Dewasa - Ngentot Digoyang Teman Kenalan di Kampung
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Dengan takut aku mulai mengisapnya. Ada rasa asin dan rasa aneh bercampur. Beberapa menit aku menghisapnya hingga menjadi terbiasa dengan rasa dan bau itu. Aku juga menggerakkn kpalaku maju mundur serta meenjilati ujung penisnya.
Prasaan jijik dan takut yg sebelumnya kini sirna semua tergantikan dengan prasaan aneh yang membuatku kecanduan.
“shhhh dasar lonte ternyata doyan juga lo.”
Kata kata kasarnya entah kenapa membuatku semakin bergairah menghisap penisnya
“ahh ahh terus say”
Dia memegang kepalaku dang menggerakkan pinggulnya hingga membuatku tersedak.
“ahh nia gue kelau ahss..”
Cairan kental dan terasa aneh memenuhi mulutku
“telan semua awas kalau ada yang lo keluarin”
Mendengar itu dengan terpaksa aku menelan semua carian yang terasa aneh tersebut.
“glekk glekk”.

Kemudia menjilati sisa sisa carian di ujung penisnya.
“wah lu pinter juga ya bakat ngoral jg lu.”
Saat aku berdiri dia lansung mendorongku duduk d kursi dan jongkok d depanku kemudian menarik keatas rok ku hingga celana dalamku kelihatan.
“wah wah lo basah juga ya.”
“kasian nih kalau cd lo basah mending gue lepas ya” dia menarik trun dan entah kenapa aku reflek menaikkan bokongku saat dia menurunkan cd ku.
“wah mememku cantik bener nih”
aku berusaha menutup kakiku tp lngsung d halanginya.
Dia menciumin pahaku pangkal paha dan d sekitar vaginaku. Dan terakhir dia menciuminya.
“ahhhh sshhh..”
Rasa geli aneh dan nikmat bercampur menjadi satu. Desahanku trus mnjadi jadi karena rasa nikmat yg amat sangt. Aku menggeleng gelengkan kepala merasakan hal itu.
Di ciumi dan di jilati tempat itu
“slurrrp sllurrpp”
“ahhhss udah bangg hhh..”
Dia terus menjilatinya dan memasukan jari k vaginaku dan mengocoknya.
“ohh bang udah bangg hh aku udahh”
Aku meracau tak karuan
Dan akhirnya. “aaaahhhhh.
Semua cairan milikku tersembur keluar. Perasaan yang belum pernah aku rasakan. Badanku terasa ringan. Kenikmatan yang paling nikmat kurasakan.
Semua cairan milikku tersembur keluar. Perasaan yang belum pernah aku rasakan. Badanku terasa ringan. Kenikmatan yang paling nikmat kurasakan.
Semua cairanku di telannya tanpa tersisa. Di jilatinya vaginaku
“huhh ooohhhh..”
tubuhku langsung terkulai lemas.
“wah wah wah.. Ternyata lo kluar enakkan?”
tanyanya smbil tertawa
Aku menutup wajahku yang merah padam. Aku tidak menyangka bakal menikmati hal memalukan tersebut.

Tiba” preman itu melebarkan kakiku yang masih lemas. Dan mendekatkan penisnya ke vaginaku. Dia menggesekkan penisnya hingga membuatku merasa aneh lagi.
“ahh bang udah bang”
“apanya yg udah an neng”
“itu emm jgn d gsekin lg bang lepasin saya”
“wah wah jadi km udah pngen ya oke deh”
dia menempatkan penisnya tepat d depan lubangku. Perlahan aku merasakan batang penis itu masuk
“aahhh bangg..”
mulai menyeruak masuk. Hingga setengah. Dia langsung menghentakkan pinggulnya dan *blesss*
“aaaaww.. Sakittt”
Batang penis itu mengisi setiap tempat di vaginaku. Benda yang panjang itu merobek selaput dara yg slama ini aku jaga.
Aku mencakar punggungnya karena kesakitan dan reflek air mataku menetes menahin sakit tersebut.
“udah neng sakitnya cuma bntar kok ntr abang bikin enak” dia menahan penisnya d vaginaku. Terasa penuh dan panas.
Beberapa saat kemudian dia menggerakkan pinggulnya.
“ahhh aww ohh…”
Dia terus menggerakkan pinggulnya. Sekali dua kali dan kmudian smakin lancar meski pada awalnya agak perih tapi lama kelamaan rasa perih itu hilang dan berganti dengan perasaan aneh dak nikmat. Erangan kesakitanku kini berubah menjadi desahan kenikmatan. Tante Hot 

“ahh ahh hahh”
dia terus menggenjotku dan meciumi bibirku dan ku sambut dengan membalas ciuman.
“huhh bener” makjos deh memek lu”
“sshhh hhh terus bang hhh”
“ahh kenapa enak ya”
“ooohhss iya bang terus ahh”
aku ikut menggerakkan pinggulku.
Beberapa saat kemudian dia mengajak ganti gaya dengan doggy style.
“plokk plokk plookk.” suara hentakan pahanya dengan pantatku.
Dan semakin terasa nikmat.
dia menciumi leherku, Meremas dadaku dari blakang.

“ahhh bang ayo bang truss ahhh…”
entah kesadaranku hilang kemana, aku menguarkan kata kata yg memalukan aku terus menggoyangkan pinggulku seirama dengan gerakannya
“assshh bang hh aaahhh..” aku sekali lagi keluar dengan hebatnya.
“aaaaahhh ahh aku juga sayaang”
Vaginaku terasa penuh dan hangat aku merasa preman itu menyemprot barkali-kali hingga lemas. Walaupun aku awalnya di perkosa entah kenapa aku menikmati kejadian tersebut dan vagina trus berkedut setiap membayangkan hal tersebut.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Monday, March 19, 2018

Cerita Dewasa Desahan Mantap Dari Memek Tante Girang

Cerita Dewasa Desahan Mantap Dari Memek Tante Girang

Kejadian ini kualami pada tahun 2000-an. Ketika itu aku berumur 31 tahun dan sudah memiliki 2 orang anak yang sudah masuk sekolah dasar. Suamiku, sebut saja namanya Bang Iwan, adalah seorang karyawan di suatu perusahaan yang termasuk terkemuka di Tangerang. Seperti halnya orang-orang yang berkarir, Bang Iwan pun jarang di rumah karena setiap hari berangkat pagi pulang malam dan terkadang ada tugas dinas sampai 3 hari. Cerita Panas

Sebagai ibu rumah tangga aku mengerjakan pekerjaan rumah dengan tulus, demi pengabdianku pada suami dan wujud kasih sayang pada anak-anakku. Tetapi namanya juga wanita, walau bagaimanapun juga butuh perhatian dan dimanjakan oleh suami. Berhubung suamiku sibuk, kebutuhan itu jarang kudapatkan, bahkan bisa dikatakan langka, walaupun dalam hal urusan ranjang tak ada masalah. Bang Iwan tergolong perkasa di ranjang dan memang dialah lelaki pertama yang menikmati tubuhku sejak pacaran hingga menikah saat ini.

Kami melakukan hubungan suami istri paling tidak 2-3 kali seminggu dan biasanya Bang Iwan tahan sampai 1 jam setiap rondenya. Jika sedang tergesa-gesa paling cepat 30 menit ia bertahan, sementara aku termasuk wanita yang mudah sekali orgasme. Percaya atau tidak, dulu waktu masih pengantin baru Bang Iwan sampai heran kok aku orgasme berulang-ulang kali dan suatu saat dia manghitung orgasme ku ketika kami berdua bersetubuh hingga 1 jam dan hasilnya memang membuat kami terkejut, karena dalam satu jam aku bisa sampai 30-40 kali orgasme.

Hal itu tak pernah kusadari sebelumnya dan sebenarnya aku bukanlah maniak seks, tapi hanya gampang orgasme saja dan tak lebih dari itu. Namun yang kubutuhkan lebih dari pada aktivitas ranjang. Walau sekedar tatapan mesra, aku ingin sekali merasakannya. Atau pujian pada masakan dan penampilanku. Seiring dengan berjalannya waktu, hal itu makin jarang kudapatkan.

Meskipun kadang aku merasa tersiksa dengan keadaan itu, tapi tetap kujalani juga dengan hati ikhlas. Semua pekerjaan rumah biasanya sudah selesai jam 10 pagi dan setelah itu biasanya aku pergi ke tetangga untuk hanya ngerumpi. Kadang-kadang jalan bareng dengan teman- temanku ke mall untuk membeli kebutuhan sehari- hari ataupun untuk beli untuk baju dan kebutuhan pribadiku yang lain. Karena seringnya ditinggal suami dan kebanyakan ngerumpi dengan teman-temanku di mall atau di cafe jadi banyak tahu tentang pengalaman mereka yang juga bernasib sama sepertiku, yaitu kesepian di rumah. Bahkan ada yang lebih parah dari aku.

Dari situlah mereka terkadang berkenalan dengan pria-pria baik yang masih muda dan single maupun yang sudah sama-sama berkeluarga dan mapan. Aku tak begitu tertarik pada awalnya dengan cerita mereka, tapi karena selalu tergoda dengan sensasi selingkuh yang mereka ceritakan, aku jadi seperti penasaran. Iseng-iseng aku minta nomer HP seorang pria yang juga sudah berkeluarga dan mapan yang kata teman- temanku berprofesi sebagai kontraktor. Menurut temanku, sebut saja namanya Rani, yang memberiku nomor HP Indra (nama samaran), si kontraktor itu, Indra orangnya gagah, tinggi besar dan juga agak lebih tampan dari suamiku. Cerita Dewasa

Bagiku masalah ketampanan tak terlalu kuhiraukan. Yang bikin aku penasaran adalah “burungnya” yang kata Rani selalu bikin dia hampir mati lemas. Tanpa kusadari, aku memulai petualanganku dengan Indra. Dari hari ke hari sampai hampir satu bulan lamanya aku dan Indra saling berkirim SMS dan menelepon saat Bang Iwan sedang ngantor atau dinas ke luar kota. Suatu hari Bang Iwan pulang ke rumah dengan membawa kabar kalau dia akan pergi keluar kota selama 3 hari. Aku agak sedikit senang karena aku akan ketemuan dengan Indra untuk pertama kalinya. Memang selama kami saling kontak melalui HP sudah seperti orang pacaran karena begitu mesra. Bahkan kadang-kadang nyerempet ke masalah ranjang. Cerita Seks Terbaru

Dari hubungan melalui HP tersebut aku menyimpulkan kalau Indra seorang yang humoris. Seperti malam-malam biasanya bila suami ingin berangkat ke luar kota akupun sudah memakai baju seksiku di kamar untuk melayani suamiku. Hanya saja, saat Bang Iwan menyetubuhiku aku malah membayangkan sedang disetubuhi oleh Indra. Jam sepuluh pagi ketika pekerjaan rumahku sudah beres aku berangkat ke depan kompleks perumahan dengan becak. Di sana sudah terparkir mobil Indra yang berwarna hitam seperti yang ia sebutkan dalam SMS-nya saat janjian untuk ketemuan denganku. Dengan hati berdebar-debar aku langsung membuka pintu belakang mobil. Di jok belakang kulihat Indra tersenyum menyambutku, sementara sopirnya duduk di belakang kemudi. Aku agak canggung ketika pertama kali bertemu dan tampaknya Indra juga begitu.
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Cerita Dewasa Desahan Mantap Dari Memek Tante Girang
AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online
Dari pandangan pertama aku nilai Indra lumayan ganteng. Ia pun pandai mencairkan suasana yang canggung jadi seperti sudah kenal lama. Di mobil aku sempat gelagapan saat Indra tanya kenapa aku tak mau dijemput di depan rumahku, karena dia pengen tahu di mana rumahku. Kubilang saja kalau aku tak mau tetangga curiga aku dijemput laki-laki tak dikenal yang datang ke rumah ketika suamiku pergi. Mobil yang kami tumpangi berhenti di sebuah restoran. Memang tujuan kami ketemuan untuk pertama kalinya itu adalah makan siang berdua. Sambil makan kami ngobrol macam- macam. Indra sering melemparkan joke-joke segar dengan gaya jenaka, walaupun kadang bicaranya nyerempet-nyerempet masalah ranjang, sehingga membuat perutku sakit karena tertawa terus.

Hal itu membuatku makin tertarik padanya dan tak kuasa menolak saat Indra mengajakku check in hotel di sekitaran Jakarta Barat. Jangan tanya apa aku gugup atau apa, karena selama selesai dari makan siang hingga masuk kamar jantung berdetak dengan kencang seperti pertama kali aku ingin melakukan hubungan intim dengan suamiku ketika pacaran dulu. Begitu masuk kamar, aku langsung ke toilet untuk buang air kecil. Di situ pikiranku kacau, apakah harus kulanjutkan atau tidak.

Meskipun belum ngapa-ngapain, tapi aku sudah dihantui rasa bersalah pada Bang Iwan. Rupanya rasa bersalah itu kalah oleh rasa kesepianku yang tiba- tiba terobati dengan adanya Indra. Aku bahkan mempersiap diri dengan memanfaatkan sabun khusus kewanitaan untuk mengharumkan sekaligus mengencangkan organ kewanitaan yang ada di wastafel. Ketika keluar dari toilet, Indra ganti yang masuk. Kurebahkan tubuhku di ranjang dengan pikiran yang terus berkecamuk. Aku sedikit terhenyak saat melihatnya keluar dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Pakaian yang tadi dikenakannya ditenteng dan diletakkan di atas sofa hotel yang di atasnya ada jam besar. Kulihat sudah menunjukkan jam 1 siang. Tante Hot

Jantungku berdetak makin kencang saat Indra rebah di sebelahku dan langsung mengecupi leherku dengan lembut, seakan memancingku untuk relaks dan juga menikmati.

“Jangan di cupang yah… Takut nanti suamiku tau”, kataku.
“Iya, sayang…”, jawabnya halus dan agak berbisik mesra.

Tak hanya gampang orgasme, aku juga gampang terangsang. Ketika Indra mencumbuiku, aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang agak tebal dan terlihat seksi di mataku. Aku pun kemudian merasakan sensasi berciuman yang beda dengan Bang Iwan. Indra begitu pandai memainkan bibirnya dan lidahnya dalam rongga mulutku yang tak henti-hentinya mendesah akibat terbakar bara birahi. Dengan cekatan tangan Indra membuka satu-persatu kancing blouse yang kupakai hingga terlepas semua sambil terus melumat bibirku. Kubantu dia melepas kait bra-ku hingga aku telanjang dada.

“Susumu bagus banget, lebih gede dari istriku”, dengusnya.
“Jangan gitu, dia kan istrimu..”, kataku sambil menggelinjang dalam kenikmatan.

Indra tidak menjawab. Mulutnya beralih ke payudaraku dan menghisap- hisapnya dengan penuh gairah. Jelas saja hal itu makin membuatku terbuai dalam sebuah sensasi rangsangan yang meletup- letup. Sensasi selingkuh yang sudah sangat kunanti- nanti dan makin merasuk jauh dalam diriku, hingga aku tak sadar sudah telanjang bulat. Tahu-tahu Indra sudah berada di selangkanganku dan lidahnya terasa mencabik- cabik lembut miss V-ku. Dalam waktu singkat aku orgasme dibuatnya, tapi Indra terus saja menjilati miss V-ku, hingga aku orgasme lagi. Apalagi ketika jari-jari Indra mengocoki liang kemaluanku, aku malah lebih cepat orgasme lagi.

“Kok kamu gampang banget dapetnya (orgasme)?”, tanya Indra.
“Aku emang gampang dapet… Gak tau kok aku gampang banget dapetnya”, kujawab dengan nafas terengah-engah.

Sesaat kemudian Indra membuka handuk penutup bagian bawah tubuhnya, lalu telentang di ranjang. Itulah untuk pertama kalinya aku melihat penis yang bukan penis suamiku. Penis indra memang agak lebih panjang dan besar dari suamiku. Persis seperti yang diceritakan Rani padaku. Bahkan Rani bilang kalau dia sampai kelenger merasakannya. Melihat batang yang begitu keras, besar dan panjang membuatku makin mabuk kepayang. Kulumat penis Indra dalam mulutku. Dengan kehalusan liukan lidahku di sepanjang batangnya membuat Indra menggeliat tak tahan.

“Udah-udah…aku bisa keluar nanti”, katanya disertai erangan lirih.

Sebetulnya aku masih ingin lebih lama melakukan oral padanya, seperti yang kulakukan pada Bang Iwan, di mana mulutku sampai pegal sementara ia tenang- tenang saja, tapi dengan Indra malah ia ingin aku menyudahi. Aku pun beringsut duduk di atas selangkangannya dan langsung mengarahkan penisnya untuk kumasukkan ke dalam miss V-ku yang sudah sangat basah. Rasanya memang berasa lebih sesak dan dalam sekali masuknya, tak seperti biasanya dengan penis suamiku. Aku memang menyukai posisi di atas karena dapat mengatur kenikmatan diriku sepuas- puasnya hingga aku kelelahan.
AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online
Cerita Dewasa Desahan Mantap Dari Memek Tante Girang
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Ketika penisnya sudah masuk semua aku meluruskan pahaku agar vaginaku dapat mencengkram dengan lebih rapat. Bang Iwan sangat menyukai saat aku melakukan itu. Setelah terasa rapat, aku mulai bergoyang. Memang apa yang dikatakan Rani bukanlah bualannya saja, karena penis Indra kurasakan lebih nikmat dan mengasyikkan. Bahkan aku hanya bergerak sebentar saja sudah orgasme. Kugerakkan lagi beberapa genjotan hingga sesaat kemudian aku orgasme lagi. Jangan tanya reaksi Indra karena dia seperti orang kesurupan. Kedua tangannya memegangi dan meremas-remas pantatku, mengikuti setiap goyanganku. Aku terus bergoyang sampai berdesir lagi merasakan orgasme dan goyang lagi sampai dapat lagi. Perut dan paha Indra sampai basah hingga sprei ranjang hotel pun ikut basah. Sensasi nikmat yang luar biasa itu membuatku terus goyang-goyang hingga orgasme entah yang ke berapa kali, sampai tangan Indra menepuki pantatku.

“Yang, udah yang … Ganti posisi yuk?”, ajaknya sambil sedikit menyeringai, entah karena keenakan atau menahan ejakulasi.

Aku yang memang sudah kelelahan beranjak dari atas tubuh Indra yang basah kuyup, lalu berbaring telentang di ranjang. Indra berlutut dan menyusupkan pahanya di selangkanganku. Saat aku mengangkang Indra menghunjamkan lagi penisnya ke miss V-ku dan mulai melakukan gerakan memompa yang membuat payudaraku berguncang- guncang. Seperti halnya yang dilakukan suamiku, Indra langsung menyergap kedua payudaraku dengan mulutnya sambil terus bergoyang. Sesaat kemudian Indra memintaku untuk merapatkan kedua payudaraku hingga kedua putingku saling menempel. Saat itulah Indra kembali melahap kedua putingku sekaligus sambil terus memompa batangnya. Nikmat ganda yang kurasakan membuatku cepat orgasme dan berulang- ulang.

“Say … Aku mau keluar nih … keluarin di mana?”, tanyanya dengan nafas memburu.
“di dalem aja … Gak papa kok”, kataku dengan nafas tak kalah ngos-ngosan Indra semakin menggempur miss V-ku dengan cepat yang tentunya membuatku orgasme lagi dan lagi.

Sesaat kemudian terasa miss V-ku dihujam sangat dalam dengan penisnya yang diikuti dengan denyutan dan semburan cairan hangat yang keras dari penisnya di ujung miss V-ku.

“Kamu nikmat banget, say. Bahkan lebih nikmat dari istriku sendiri. Kamu ganas …” kata Indra.
“Hus… Istri sendiri jangan dijelek-jelekin”, kataku sambil tersenyum.
“Abis … kamu emang enak banget. Mana ganas pula…” katanya.

Ronde pertama berakhir sudah. Kulihat jam dinding menunjukan waktu 1.30, berarti aku dan Indra sudah setengah jam bergumul. Sebenarnya Indra tak setangguh suamiku, tapi karena penisnya yang besar itu ternyata mampu membuatku merasa lebih nikmat walau hanya dengan durasi setengah jam. Indra yang berusia 34 tahun itu tampaknya ketagihan dengan layananku. Setengah jam kemudian ia mengajak bergumul lagi sampai- sampai ranjang basah kuyup oleh cairanku. Setelah Indra ejakulasi lagi, kami bercengkerama sebentar sambil tiduran telanjang. Begitu deru nafas kami reda, kami pun check out.

Tepat jam 4 sore Indra mengantarku sampai di depan kompleks peumahan tempat aku tinggal. Dengan becak aku menuju rumahku. Di rumah kulihat kedua anakku menyambutku dengan keceriaan khas anak- anak. Tiba-tiba saja aku tercenung dan hati ini serasa menanggung beban rasa bersalah, hingga terbersit pertanyaan, “Pantaskan aku jadi ibu yang baik bagi mereka?” Pertanyaan itu mengiang terus dalam hatiku tapi selama 3 hari itu. Anehnya aku tak mampu menolak ajakan Indra untuk mengulangi lagi di hotel yang sama dan ketika kembali ke rumah dihinggap rasa bersalah lagi.

Apakah aku sudah terkena virus ketagihan selingkuh? Tak dapat kusangkal kalau rayuan dan keroyalan Indra selalu meluluhkan hatiku untuk dapat berdua dengannya di hotel. Kadang dia membelikan baju seksi ketika dia mengajakku berbelanja di hotel. Suamiku tak curiga karena pikirnya itu dari gajinya yang memang lebih dari cukup unuk itu. Hubunganku dengan Indra sempat putus dan tak berselang lama aku memutuskan untuk mangakhirinya, karena ketika masa lost contact dengan Indra aku menemukan pria lain yang sedikit lebih gagah darinya.

Meski begitu, cinta ini masih ada untuk bang Iwan, suamiku, dan tak pernah tergantikan oleh siapapun. Hanya saja nikmatnya pergumulan di ranjang dan sensasi selingkuh itulah yang membuatku tergoda untuk mengulanginya lagi dan lagi. Nikmatnya perselingkuhan dan rasa bersalah seolah seperti iblis dan malaikat yang terus bertarung dalam batinku. Dan entah kenapa, pada akhirnya malaikatlah yang menjadi pemenang, karena beban rasa bersalah yang kutanggung terasa makin berat dan menyesakkan dada. Aku bertekad untuk berhenti dari petualanganku mencari sensasi kenikmatan berselingkuh.

Suatu malam, ketika aku dan Bang Iwan sedang menikmati persetubuhan kami, kuberanikan diri untuk menceritakan perselingkuhanku dengan Indra sedetil yang kumampu. Berat rasanya menanggung beban itu dalam hatiku dan lebih berat lagi aku ketika menceritakannya pada Bang Iwan. Aku bisa mengerti perasaannya ketika ia terlihat marah yang ketika itu sedang di bawah dan sedang kugoyang penisnya dengan vaginaku. Tak heran jika ketika selesai bercinta dia tak memelukku seperti biasanya dan mendiamkan aku hingga 3 hari. Aku bersimpuh di depan kakinya untuk meminta maaf. Bang Iwan dengan berat hati dan pertimbangan kedua anak kami, memaafkanku.

Thursday, January 25, 2018

Cerita Dewasa : Menikmati Pijitan Pembantu Baru Yang Membuat Ku Sangat Terangsang

Menikmati Pijitan Pembantu Baru Yang Membuat Ku Sangat Terangsang

Kupanggil Marni pembantuku yang sudah biasa memijatku, aku benar-benar merasa lelah karena semalamnya aku sempat dua kali ngentot dengan kenalanku di Mandarin, pasti nikmat rasanya dipijat dan selanjutnya berendam di air panas, langsung aku membuka pakaianku hingga hanya tinggal celana dalam dan langsung berbaring di atas tempat tidurku.

Namun agak lama juga Marni tak muncul di kamarku memenuhi panggilanku melalui interkom tadi, biasanya Marni sangat senang bila aku suruh memijat karena disamping persenan dariku besar, dia juga sering kupijat balik yang membuat dia juga dapat merasakan kenikmatan yang satu itu.

Ketika kudengar langkah memasuki kamarku, aku langsung berkata, “Kok lama sih Mar, apa masih sibuk ya, ayo pijat yang nikmat!”.
Tiba-tiba kudengar suara perempuan lain, “Maaf Pak, Mbak Marni masih belum kembali, apa bisa saya saja yang memijat?”.

Aku meloncat duduk dan menoleh ke arahnya, ternyata di depanku berdiri pembantu lain yang belum pernah kukenal. Kuperhatikan pembantu baru ini dengan seksama, wajahnya manis khas gadis desa, dengan bibir tipis yang merangsang sekali. Ia tersenyum gugup ketika melihat aku memperhatikannya dari atas ke bawah itu. Aku tak peduli, mataku jalang menatap belahan dasternya yang agak rendah sehingga menampakkan sebagian payudaranya yang montok itu.

Dengan pelan kutanyai siapa namanya dan kapan mulai bekerja. Ternyata dia adalah famili Marni dari Kerawang namanya Neneng dan dia ke Jakarta karena ingin bekerja seperti Marni. Aku hanya mengangguk-angguk saja, ketika kutanya apakah dia bisa memijat seperti Marni, dia hanya tersenyum dan mengangguk. Kuperintahkan dia untuk menutup pintu kamar, sebenarnya tidak perlu pintu kamar itu ditutup karena pasti tak ada seorangpun di rumah, isteriku juga sedang pergi entah ke mana dan pasti malam hari baru pulang, tujuanku hanyalah menguji Neneng, apakah dia takut dengan aku atau benar-benar berani. Kuambil cream untuk menggosok tubuhku dan kuberikan pada Neneng sambil berkata “Coba gosok dulu badanku dengan minyak ini, baru nanti dipijat ya!”.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Aku membuka celana dalamku dan langsung telungkup di tempat tidur, sengaja pada waktu berjalan aku menghadap Neneng sehingga Neneng dapat juga melihat penisku, ternyata dia diam saja. Ketika aku sudah berbaring, dia langsung membubuhkan lotion itu di punggungku dan menggosokannya ke punggungku. Sambil memejamkan mata menikmati elusan tangan Neneng yang halus, aku mengingatkan dia agar menggosoknya rata ke seluruh badanku. Sambil berbaring aku minta Neneng menceriterakan tentang dirinya.

Ternyata Neneng seorang janda yang belum mempunyai anak, suaminya lari dengan perempuan lain yang kaya raya dan meninggalkan dia. Karena itu dia lebih suka ke Jakarta karena malu.

Aku berkata kepadanya, “Jangan kuatir, kalau begitu kapan-kapan kamu mesti kembali ke desamu dengan banyak uang supaya bekas suamimu tahu kalau kamu sekarang sudah kaya dan bisa membeli laki-laki untuk jadi suamimu!”. Neneng tertawa mendengar perkataanku itu. Ketika itu Neneng sudah mulai menggosok bagian pantatku dengan lotion, tangannya dengan lembut meratakan lotion tersebut ke seluruh pantatku bahkan juga di sela-sela pantatku diberinya lotion itu sehingga kadang-kadang tangannya menyenggol ujung pelirku.

Aku jadi tegang dengan gosokan Neneng ini, tetapi aku diam saja namun akibatnya posisiku jadi tidak enak, karena posisiku yang tengkurap membuat penisku yang berdiri tegak itu jadi tertekan dan sakit sekali. Aku jadi gelisah karena penisku rasanya mengganjal. Neneng yang melihat aku gelisah itu bertanya apakah gosokannya kurang betul. Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.

Ketika aku bertanya lagi apakah isteri baru suaminya itu cantik, Neneng hanya menjawab dengan tertawa katanya, “Cantik atau tidak yang penting uangnya banyak, kan suami saya bisa numpang nikmat!”, Ketika Neneng sudah menggosok badanku sampai ke kaki, dia bertanya, “Apa sekarang mulai dipijat pak?”. Aku langsung berbalik telentang sambil berkata, “Sekarang yang bagian depan juga diberi minyak ya!”.

Aku sengaja memejamkan mata sehingga aku tak tahu bagaimana sikap Neneng melihat bagian depan tubuhku yang telanjang itu, apalagi penisku sudah berdiri penuh mendongak ke atas dengan ujungnya yang seperti jamur raksasa itu. Neneng tidak banyak berbicara, tetapi ia mulai menggosok bagian dadaku dengan lotion yang harum itu, ketika aku membuka mata, kulihat buah dadanya yang montok tepat berada di depan mataku, bahkan karena potongan dusternya rendah, aku bisa melihat celah buah dadanya yang terjepit diantara beha yang dipakainya.

Ketika gosokan Neneng sampai di selangkanganku, Neneng membubuhi sekitar bulu penisku dengan lotion tersebut, begitu juga dengan buah pelirku yang dengan lembut diberinya lotion tersebut. Saat itu Neneng berkata “maaf pak, apakah burungnya juga digosok?”. Aku tak menyahut tetapi aku hanya mengangguk saja. Tanpa ragu Neneng membubuhi ujung penisku dengan lotion tersebut, terasa dingin, kemudian Neneng mulai meratakannya ke seluruh batang penisku dengan lembut sekali, bahkan dia menarik kulit penisku sehingga lekukan di antara kepala dan batang kenikmatanku juga diberinya minyak.

Ketika itulah aku membuka mataku dan memandang Neneng, ketika dilihatnya aku memandangnya, Neneng tersenyum dan tertunduk sementara tangannya terus mengurut penisku itu. Aku sudah tak kuat lagi menahan keinginanku, kutahan tangannya dan kusuruh Neneng untuk membuka pakaiannya. Neneng yang sudah janda rupanya langsung paham dengan keinginanku, wajahnya memerah, tetapi ia langsung bangkit dan membuka dasternya. Aku duduk di tepi tempat tidur memperhatikan badan Neneng yang hanya dilapisi beha mini dan celana dalam mini yang kurasa pasti pemberian isteriku. Buah dadanya membusung keluar karena beha yang diberikan isteriku nampaknya kekecilan sehingga tak dapat menampung payudaranya yang montok itu.

ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Aku berdiri mendekati Neneng dan kupeluk dia serta kubuka pengait behanya, payudaranya yang montok dan kenyal itu tergantung bebas menampakkan garis merah bekas terjepit beha yang kekecilan itu, tetapi payudaranya sungguh kenyal dan gempal sama sekali tidak turun dengan putingnya yang mendongak ke atas. Ketika kurogoh celana dalamnya kurasakan bulu vaginanya cukup rimbun sementara ketika jariku menyentuh clitorisnya,

Neneng seperti terlonjak dan merapatkan badannya ke dadaku, kurasakan vagina Neneng kering sekali sama sekali tak berair. Kukecup puting susu Neneng sambil kedua tanganku menurunkan celana dalamnya itu. Ketika kutarik Neneng ke tempat tidur, Neneng meronta katanya, “Pak saya takut hamil!” Kujawab enteng, jangan kuatir, kalau hamil tanggung jawab Bapak!”. Mendengar hal ini barulah dia mau kubaringkan di atas tempat tidurku, sambil menutupi matanya dengan tangan. Kupuaskan mataku memandang kemolekan gadis desa ini, aku langsung menyerbu vaginanya yang ditutupi bulu yang cukup rimbun itu, kuciumi dan kugigit pelahan bukit cembung yang penuh bulu itu,

Neneng merintih pelan, apalagi ketika tanganku mulai mengembara menyentuh puting susunya. Neneng hanya menggigit bibir sementara tangannya tetap menutupi wajahnya, mungkin dia masih malu. Ketika aku berhasil menemukan clitorisnya, aku langsung menjilatinya begitu juga dengan bibir vaginanya kujadikan sasaran jilatan.

Mungkin karena merasa geli yang tak tertahankan, tangan Neneng mendorong pundakku agar aku tak meneruskan gerakanku itu, begitu juga dengan pahanya yang terus akan dirapatkan, tetapi semua ikhtiar Neneng tak berhasil karena tanganku menahan agar kedua pahanya itu tak merapat. Akibatnya Neneng hanya bisa menggerak gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan menahan geli. Tetapi lama-kelamaan justru aku yang jadi tak tahan dengan semua ini, kuhentikan jilatanku dan segera kutindih Neneng sambil mengarahkan penisku ke liang vaginanya.

ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Menikmati Pijitan Pembantu Baru Yang Membuat Ku Sangat Terangsang
AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Melihat aku kesulitan memasukkan ujung penisku, Neneng dengan malu-malu menuntun penisku ke arah liangnya dan menepatkannya di ujung bibir vaginanya. Ketika itu dia berbisik, “Sudah pas pak”. Aku langsung mendorong pantatku agar supaya penisku bisa masuk yang disambut juga oleh Neneng dengan sedikit mengangkat pahanya sehingga.., sleep.., bles.., penisku terbenam seluruhnya di liang vagina Neneng yang seret itu, belum sempat aku menggerakkan penisku,

Neneng sudah mulai memutar mutar pantatnya sehingga ujung penisku rasanya seperti dilumat oleh liang vagina Neneng itu. Aku mendengus keenakan, bibirku mencari puting susu Neneng dan mulai mengulumnya. Sambil mendesah desah Neneng berkata, “Ayo pak, digoyang, biar sama sama nikmat nya!”. Aku terkejut melihat keberanian Neneng menyuruh aku bekerja sama dalam permainan ini.

Tetapi justru ini membuat aku makin terangsang, meskipun profesinya hanya pembantu, tetapi cara main Neneng benar benar memuaskan. Vaginanya tak henti henti meremas penisku membuat aku jadi ngilu, aku sudah paham bahwa orang desa secara naluri sudah mempunyai kemampuan seks yang hebat, jadi untuk aku kemampuan Neneng benar benar sulit dicari bandingannya.

Ketika kurasakan air maniku hampir memancar, aku berbisik pada Neneng agar berhenti menggoyang pantatnya supaya aku dapat lebih merasakan kenikmatan ini. Tetapi Neneng justru makin cepat menggoyangkan pantatnya serta meremas-remas penisku sehingga tanpa dapat ditahan lagi air maniku memancar dengan derasnya memenuhi vagina Neneng. Saat itu juga Neneng mencengkeram punggungku keras keras dan kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat sekali, matanya terbeliak sambil mendesis. Rupanya aku dan Neneng mencapai puncaknya pada saat yang bersamaan.

Setelah beberapa menit diam, kurasakan Neneng pelan pelan mulai meremas-remas punggungku sambil menempelkan pipinya ke pipiku. Dengan tersipu-sipu dia bercerita kalau dia senang bisa mendapat rejeki ditiduri olehku, karena sejak di desa dulu dia memang nafsunya besar, sehingga suaminya sampai kerepotan melayani nafsunya yang luar biasa itu. Sekarang ini dia benar-benar baru merasakan puas yang sebenarnya setelah main denganku.

Aku terhanyut oleh caranya yang mesra itu, namun aku tak ingin main lagi saat itu karena aku tadinya benar-benar hanya mau pijat dan melemaskan ototku, kalau sampai harus seperti ini, semuanya hanya gara-gara ada vagina baru di rumah yang tentunya tak dapat aku biarkan. Setelah kuberi dia uang 500 ribu, kusuruh Neneng keluar, Neneng sangat terkejut melihat jumlah uang yang kuberikan, ia berkali-kali mengucapkan terima kasih dan keluar dari kamarku.

Sekeluarnya Neneng, aku kembali berbaring telanjang bulat diatas ranjangku sambil memejamkan mata, badanku kini terasa lebih enteng.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Wednesday, January 24, 2018

Cerita Dewasa : Nikmatnya Becinta Dengan Sepupuku Sayang


Majalah Dewasa - Kisah ini berawal sewaktu aku masih kuliah di Kota M.. sekitar 8 tahun lalu.. dan sekarang umurku sudah 29 tahun dan masih membujang.
Kisah ini adalah benar-benar nyata dan bukan fiktif. Semua nama dalam kisah ini adalah nama samaran.

Setelah menamatkan SMA di kota kelahiranku.. aku –Erick– melanjutkan pendidikanku di salahsatu PT negeri di Kota M.
Awalnya aku tinggal sendiri –kost– di suatu tempat yang agak jauh dari kampus tempat aku kuliah.. karena hanya di tempat itu aku mendapatkan rumah kost yang relatif lebih murah dari tempat yang lain.

Setelah kuliah selama hampir setahun.. aku berlibur kembali ke kota kelahiranku.
Selama liburan tersebut.. aku dikenalkan oleh keluargaku dengan salah seorang saudara sepupuku yang ternyata juga tinggal di Kota M tempat aku kuliah.
Namun karena tidak saling kenal baik.. walaupun masih saudara dekat.. kami saling tidak mengetahui kalau kami berada satu kota selama ini.

Saudara sepupu ini.. sebut saja kak Rini.. sebelum menikah dengan Mas Tanto.. lahir dan besar di kota Jakarta bersama orangtuanya.. keluarga Tante Ade.
Selama 2 tahun pernikahannya dan menetap di kota M.. kak Rini belum dikaruniai anak.. mungkin disebabkan karena kesibukan mereka berdua.. kak Rini yang seorang karyawan bank swasta dan Mas Tanto yang seorang dosen.

Saat perkenalan itu Rini telah berusia 26 tahun.. 5 tahun lebih tua dariku.. dan Mas Tanto berusia 34 Tahun.
Keberadaan kak Rini di kota kelahiranku dalam rangka mengunjungi kakek dan neneknya yang juga masih saudara dengan nenekku.

Selama liburan kami.. aku lebih banyak menemani kak Rini keliling kota dan antar jemput mengunjungi keluarga yang lain.. Mas Tanto tidak datang menemani berlibur.
“Dik Erick rencana balik ke Kota M.. kapan..?” Tanya kak Rini sewaktu aku mengantarnya pulang ke rumah neneknya dari belakang sadel boncengan motor milik kakakku.
“Mungkin seminggu lagi..” Jawabku sambil mencoba merasakan sentuhan payudaranya di punggungku.

Perlu pembaca ketahui.. dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat ideal.. ukuran dada 34B dengan wajah cantik dan manis serta kulit putih mulus yang ditumbuhi bulu-bulu halus sensasional.. membuat aku tidak merasa bosan dan capek menemani kakak sepupuku yang cantik ini keliling kota.. atau mengantarnya menemani ke mana saja dia pergi.

“Kalau begitu.. pulangnya dengan saya saja.. ya..!?” Katanya seperti berbisik di telingaku karena derasnya angin karena laju kendaraan.
“Terserah kakak aja deh..” kataku menyepakati ‘perjanjian’ itu.
——-

Seminggu setelah itu.. kami pun berangkat pulang bersama naik kapal laut ke Kota M selama satu hari satu malam perjalanan.
Rencananya.. setiba di Kota M.. aku akan diperkenalkan ke suaminya dan sekalian mengajak aku tinggal bersama mereka.. –selama ini mereka hanya tinggal berdua di kompleks perumahan– karena rumah mereka masih cukup besar untuk ditempati hanya berdua saja.

Singkat cerita.. aku pun diperkenalkan ke Mas Tanto yang mau menerimaku dengan senang hati.. dan aku pun mengemasi semua barangku dari tempat kostku ke rumah mereka.
Dan di sinilah awalnya cerita petualangan seksku dengan kak Rini.

Sebagai wanita cantik dan menarik.. aku pikir semua lelaki akan terpesona oleh daya tarik sensual saudara sepupuku ini.
Akupun merasakannya sejak pertama kenalan.. menemaninya selama liburan berkeliling kota.. dan terlebih selama perjalanan dengan kapal laut kembali ke Kota M.

Cerita Pendek Seks | Masih teringat waktu pertamakali berjabatan tangan.. dengan senyum manisnya dia memperkenalkan diri.

Wajahnya mirip dengan salahsatu penyiar acara kriminal di salah satu stasiun TV swasta.
Aku merasakan sentuhan lembut jemarinya waktu aku memegang tangannya.. sentuhan sensasional di kulitku ketika bersentuhan dengan tangannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus..

Aroma tubuh dan rambutnya waktu berjalan berdampingan.. juga hembusan nafasnya kalau berbicara padaku yang kadang-kadang terlalu dekat dengan wajahku.. pokoknya semua sensasi yang dimilikinya membuat aku berdebar dan membuat aku konak.
Aku tak tahu.. –pada waktu itu– apakah hal itu disengaja atau tidak.. –setelah beberapa tahun aku tahu ternyata itu dia sengaja untuk memancing responku menurut pengakuannya..–
Yang jelas selama liburan aku belum berani menunjukkan reaksiku.
Nanti, setelah kejadian di atas kapal laut yang membawa kami ke Kota M.. baru aku berani menunjukkan ‘keberanianku’ pada kak Rini.. walau dengan jantung dag dig dug..

Di atas kapal laut yang sesak karena penumpang yang banyak.. kami mendapatkan tempat yang lumayan ’strategis’.. walaupun itu bukan tempat yang telah kami bayar untuk perjalanan kami.
Bersama dengan beberapa penumpang lain.. –yang agak lanjut usia dengan kebanyakan wanita..– kami menempati sebuah sudut ruang kapal yang agak panas.. hal itu membuat kami kegerahan.

Menjelang tidur malam.. kak Rini dengan memakai kemeja yang di dalamnya dilapisi kaos oblong tanpa lengan dengan celana jeans.. terlihat mulai mengatur tempat untuk tidur di sudut merapat ke dinding ruang.. sedangkan aku dengan kaos oblong juga dan celana pendek selutut.. berada di antara kak Rini dengan penumpang lain.
Sebelum tidur kak Rini membaca sebuah majalah dan aku mengisi TTS.
Setelah membaca majalah kak Rini sudah tak tahan lagi kantuknya dan tertidur.. sedangkan aku melanjutkan mengisi TTS dan membaca majalah.
Tak lama sesudahnya lampu di ruangan itu dipadamkan.. mungkin karena penumpang lainpun sudah ingin memejamkan mata..

Walaupun masih ada lampu yang menyala di tengah ruangan.. tapi tidak cukup untuk menerangi tempat aku membaca majalah.. akupun bersandar sambil duduk berusaha untuk tidur.
Tapi karena udara yang agak panas dan menggerahkan.. mataku susah terpejam.
Kak Rini pun bangun dan melepas kemejanya.. –tinggal kaos oblong..– dan kemejanya itu dipakai untuk menyelimuti badannya sambil tidur.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Sewaktu kak Rini melepas kemejanya dengan jarak sekitar 15 cm dari hidungku.. aku bisa merasakan aroma tubuhnya yang terpancar dari ketiaknya sewaktu lengannya bergerak melepas kemejanya.
Aroma itu campuran aroma keringat dan sisa parfumnya.. dan itu membuatku benar-benar melayang membayangkan aroma tubuh yang sensasional seperti itu.
Dan di ketiaknya yang putih aku sempat melihat secara samar rambut halus hitam yang semakin membuatku ingin merasakan langsung aroma ketiaknya.

Hmm.. tak sadar aku memperbaiki posisi ‘junior’ di celana pendekku.. dan hal itu terlihat oleh kak Rini.
“Belum tidur.. Rick..?” Tanyanya berbisik sebelum berbaring di sampingku.
“Belum nih, duluan aja..” Jawabku sambil menatap matanya.
Kak Rini pun akhirnya berbaring dengan memiringkan badannya ke arahku.. sehingga kepalanya dengan pahaku hanya berjarak sekian senti.

Akupun terus berusaha tidur sambil duduk karena mataku belum mau terpejam.
Embusan nafasnya terasa menggelitik paha kiriku bagian luar.. dan mungkin saja Rini tahu kalau penisku lagi tegang karena celana pendekku di sekitar penisku agak menonjol berdiri.

Setelah capek duduk dan mataku terasa mulai berat dengan angin laut yang mulai bertiup sepoi-sepoi.. akupun berbaring di sisi kak Rini.
Saat aku mengambil posisi baring.. kak Rini memberiku sedikit ruang sambil mengangkat lengan kanannya.. dan lagi-lagi tercium aroma tubuh yang makin membuatku tegang.

Walaupun aku masih berbaring terlentang dan kak Rini sedikit condong ke arahku.. aku bisa merasakan bahwa kepalaku tepat berada di bawah ketiaknya.. karena aku merasakan lengan kak Rini ada di atas kepalaku.
Kantukku pun langsung hilang karena ‘posisi’ yang menguntungkan ini.. aku bisa mengarahkan mukaku ke arah kak Rini dan ketiaknya sudah pasti ada di mukaku.
Aku coba untuk diam.. namun rangsangan yang timbul dari aroma tubuh kak Rini yang perlahan mulai tercium membuat aku gelisah.

Lama setelah itu.. sewaktu aku merasakan nafas kak Rini yang beraturan menerpa wajahku.. baru aku perlahan-lahan mengarahkan wajahku ke bawah ketiaknya dan .. Hmm.. aroma itu benar-benar membuat aku makin tak beraturan untuk bernafas.. antara rasa senang.. takut kak Rini marah dan rangsangan yang terus membuat jantungku berdebar.
Dengan jarak cuman sekitar 3 – 4 cm antara hidungku dan ketiak putih itu kak Rini pasti bisa merasakan kegelisahanku.. tapi mungkin dia sudah nyenyak sampai tidak merasakan embusan nafas dan sentuhan ujung lidahku di ketiaknya.

Ketika aku sudah tak tahan lagi.. dengan jantung berdegup kencang perlahan aku mengambil jaket tebalku untuk menutupi celanaku yang semakin menonjol karena desakan penisku – +15 cm..– sambil memiringkan badan ke arah kak Rini.. sehingga penisku merapat di paha kak Rini yang berbalut jeans dengan hidungku dan bibirku yang telah menempel di ketiaknya.
Aku mencoba menahan nafasku yang memburu sambil melanjutkan jilatanku yang makin berani ke arah pangkal payudaranya.
Semua itu aku lakukan dengan sangat hati-hati.. takut membangunkan kak Rini.. dan dia nampaknya masih seperti semula dengan nafas yang masih beraturan.

Dengan perlahan aku membuka kancing tarik celanaku.. menyampingkan CD-ku lalu kutarik penis yang sudah sangat tegang keluar.
Meski hanya kepala penis dan sebagian batangnya yang bisa keluar dari celanaku.. aku elus-eluskan di paha kak Rini sampai aku merasa ada cairan bening keluar.. –cairan lubrikasi, bukan sperma yang kental– dan menempel di celana jeansnya.
Mungkin aku akan terus menggesek-gesekkan kepala penisku sampai aku ejakulasi.. kalau saja kak Rini tidak bergerak sedikit menjauh dari tubuhku.

Kejadian itu berakhir sampai di situ.. dan sewaktu bangun kak Rini tidak bicara soal tersebut.. cuma ada sedikit ada rasa canggung di antara kami.. sampai kami turun dari kapal dan tiba di rumah.
——–

Sejak tinggal bersama kak Rini dan suaminya aku mencoba untuk ‘menjadi adik yang baik..’
Aku coba membuang semua pikiran jorok di kepalaku tentang kak Rini dan mencoba menghindari kak Rini dengan banyak beraktivitas di kampus atau di luar rumah.

Sampai suatu saat.. Mas Tanto mengambil Tugas Belajar ke Filipina selama 1 tahun.
Empat bulan setelah tinggal di rumah kak Rini.. Mas Tanto berencana akan berangkat ke Filipina.. dan selama itu aku mencoba menjaga jarak dengan kak Rini.. walaupun dia tetap baik dan ramah kepadaku.

Kalau tidak ada kegiatan di kampus atau di tempat lain.. aku banyak berkurung diri di kamar.. dan kamipun bertiga cukup sibuk dengan urusan masing-masing.. sehingga hanya waktu-waktu tertentu saja.. –Sabtu/Minggu..– baru ketemu atau kumpul bersama.
Usahaku untuk menghindari berdekatan dengan kak Rini adalah untuk membantu menghilangkan pesona sensualitasnya yang sering aku rasakan kalau berada di dekatnya.

Dan hal ini juga didukung karena kak Rini sering berangkat pagi dan pulang kerja sore.. –aku biasanya yang paling akhir meninggalkan rumah..– dan paling lambat tiba di rumah.
Satu-satunya yang paling sering menggodaku adalah pakaian-pakain kotor.. –terutama pakaian dalam kak Rini– yang baru habis dipakainya yang ditumpuk dalam keranjang pakaian di dekat kamar mandi.

Seringkali saat bangun pagi jam 08.00.. –kuliah agak siang– aku ‘memeriksa’ pakaian-pakaian tersebut –saat mereka telah berangkat kerja..–
Aku sering mendapati pakaian kerjanya yang kemarin dan pakaian tidurnya semalam masih menyisakan aroma tubuh dan parfumnya..
Terlebih lagi celana dalamnya menyisakan cairan vaginanya yang harum.. –belakangan aku tahu vaginanya memang harum saat aku mengoralnya..– dan sering aku ciumin dan jilati sambil beronani.
Karena fantasi tersebut akan sampai sering menumpahkan spermaku di celana dalamnya atau pakaian kerjanya.. –tiap Sabtu baru dicuci–.. dan sewaktu pertamakali memuncratkan spermaku di CD-nya aku takut kak Rini tahu dan memarahiku.

Tapi sewaktu dia mencucinya pada hari Sabtu dia sepertinya tidak tahu.. atau pura-pura tidak tahu kalau spermaku sudah bercampur dengan sisa-sisa cairan vaginanya.. –kadang cairan vaginanya masih basah..–
Dan setelah Mas Tanto memberi tahu rencananya untuk ke Filipina lantas menyuruhku untuk menjaga kak Rini.. maka di rumah aku semakin.. akhh.. berdebar-debar.
Inilah awal yang menjadikan aku tahu kalau kak Rini ternyata memiliki hasrat dan gairah seks yang tinggi serta mengajariku fantasi-fantasi bercinta.

Hubungan kami ini telah berlangsung sampai 8 tahun dan kami sepertinya orang yang masih pacaran walaupun dia telah bersuami.
Satu hal lagi.. adalah kesukaanku mengintip aktivitas kak Rini bila berada di rumah.
Kalau malam hari saat tidur dengan suaminya.. aku sering mendengar erangan-erangan bercinta mereka. Bahkan aku pernah onani di depan kamarnya yang aku buka sedikit pintunya.. dan aku melihat kak Rini lagi tidur di kamarnya dengan pakaian tipis dan seksi.. –saat itu suaminya belum pulang dari kantornya..–

Lalu berapakali kejadian-kejadian tak terduga yang membuat aku sakit kepala bila membayangkannya karena ingin segera merasakan bercinta dengan kak Rini.
Tiba saatnya Mas Tanto berangkat ke Filipina.. aku dan kak Rini mengantarnya ke Bandara.. selanjutnya kak Rini langsung berangkat ke kantornya sedangkan aku balik ke rumah.. karena hari itu aku tidak ada perkuliahan atau kegiatan lainnya di luar rumah.

Setiba di rumah aku langsung memeriksa keranjang tempat pakaian kotor kak Rini.
Di situ aku mendapati beberapa potong celana dalam dan BH kak Rini dan daster yang dipakainya semalam.
Seperti biasa.. aku mulai menciumi celana dalam kak Rini yang meninggalkan sedikit cairan vaginanya sambil mulai membayangkan aku menciumi vagina kak Rini sambil mulai beronani.

AgenIDR : Agen BandarQ AduQ Online Bandar Sakong Agen   Domino Capsa Online

Aku buka semua pakaianku dan memakai celana dalam kak Rini yang lain sambil meremas-remas penisku di dalam celana dalam itu.
Ketika asyik beronani.. tiba-tiba telepon berdering.. ternyata dari kak Rini yang menanyakan apakah aku telah tiba di rumah atau belum.
Aku berusaha untuk mengajaknya bicara lama di telepon sambil terus meremas penisku.. membayangkan sedang bercinta dengannya.

Suaraku kedengaran parau karena rangsangan yang timbul.. tetapi kututpi dengan berusaha mengajak bercanda kak Rini..
“Jam berapa baliknya nanti kak Rin..?” tanyaku..
“Seperti biasalah.. kenapa emang..!? Kangen ya sama aku..?” Balasnya bercanda..
“Nggak kok.. cuman mau menjalankan tugas dengan baik.. menjaga dan mengantar jemput kakak..”
Jawabku dengan suara gugup.. karena aku semakin terangsang mendengar suara lembut kak Rini..

“Kamu kenapa..? kok suaramu parau begitu..!?”
Aku cuma menjawab.. “Masih ngantuk nih.. habis bangun pagi-pagi nganterin Mas Tanto..”
Jawabku bohong.. dan.. “Akhh..” Aku mencapai klimaks.

“Udahan dong.. aku mau tidur lagi.. nanti aja aku jemput..” Kataku kelelahan karena karena spermaku telah tertumpah di celana dalam kak Rini..
“Ya deh.. aku tunggu.. awas kalau nggak jemput..” Katanya mengakhiri pembicaraan kami.
Segera kusimpan kembali celana dalam kak Rini di keranjang cucian..
Aku benar-benar puas onani kali ini.. karena baru kali ini aku onani disertai dengan mengobrol dengan kak Rini.. walaupun hanya di telepon.

Setelah kejadian itu selama dua minggu pertama keberangkatan suaminya ke luar negeri tidak ada kejadian istimewa yang terjadi.
Aku hanya sesekali onani karena aku sering berada di luar rumah.. –kalau sore atau malam baru balik ke rumah– dan mengantar jemput kak Rini kalau aku tidak ada kegiatan.
Setelah mengantar atau menjemput kak Rini.. aku biasanya melanjutkan kegiatanku di kampus atau di luar rumah.. dan kalau balik ke rumah aku sering mendapati kak Rini telah tidur di dalam kamarnya.. sehingga kami tidak sempat ngobrol.

Sampai pada suatu malam.. ketika aku pulang dari kegiatan dengan teman-teman kampusku selama tiga hari.. –praktis aku tidak bisa menemani dan bertemu kak Rini– di luar kota.
Setelah menyimpan motor di garasi samping rumah aku lihat lampu ruang tengah masih menyala.. kulihat kak Rini menonton acara tv sambil tiduran di sofa.

Rasa kangen makin menjadi-jadi setelah tiga hari tak bertemu dan melihat kak Rini mengenakan dasternya yang menurutku sangat seksi.
Dasternya berwarna kuning tua.. –serasi dengan kulitnya yang mulus– dengan lengan yang agak pendek dengan lubang lengan yang agak besar.. sehingga aku bisa melihat tali BH nya yang berwarna putih dari ketiaknya.

Aku memeluk ringan.. –sudah biasa..– namun kali ini aku sedikit nakal dengan memberi ciuman tipis di telinganya.. –aku belum berani sun bibir–
“Baik-baik aja kan kak..!?” sapaku sambil merapat ke tubuhnya sambil memegang bahunya.
“Iya nih.. cuman agak kesepian sendiri..!” Jawabnya sambil tersenyum manis.
“Kan Mas Tanto baru dua minggu lebih perginya..!?” Kataku menggoda.
“Iihh.. kamu bisa aja.. awas ya aku laporin ke Mas kalau kamu nggak jagain aku selama tiga hari..!” Jawabnya sambil mengancam dan mencubit pinggangku..

“Kan cuman tiga hari.. tapi nggak lagi kok.. sudah selesai kegiatannya..” Kataku mencoba menetralisir suasana yang sudah mulai membuat aku ngeres.
“Ok deh.. tapi mandi sana.. bau tuh..!!” katanya mengejek aku.

Aku lantas mandi dan mengisi perut yang sudah daritadi minta diisi.
Sambil makan.. aku membayangkan bagaimana rasanya kalau aku bercinta dengannya malam ini. Membayangkan itu.. aku makin tambah gelisah dan aku cepat-cepat menghabiskan makananku dan menemani kak Rini menonton acara tv.

Dengan memakai kaos oblong dan celana karet pendek aku menemani kak Rini menonton sambil duduk di karpet dan bersandar di sofa tepat di samping kak Rini.
Sambil menonton.. kami bercerita apa saja.. dan tak lama kemudian kak Rini berdiri dan berjalan ke kamar mandi ingin buang air.

Sewaktu melewatiku dasternya tampak transparan walaupun sekilas.. hingga aku sempat juga mencium aroma tubuhnya yang wangi.
Hal itu membuat aku memperbaiki letak penisku.. –waktu kak Rini sudah di kamar mandi..– karena aku malu kalau kak Rini tau aku sedang ‘horny’ karena celana pendek yang aku kenakan sedikit ketat.


Setelah keluar dari kamar mandi kak Rini pun ikutan duduk di karpet di sampingku.. malah dia tengkurap sambil membelakangiku dan memeluk bantal duduk.
Aku semakin bebas melihat buah pantatnya yang bagus.. sedikit pahanya yang mulus dengan betisnya yang indah yang ditaburi bulu-bulu halus yang rapi.
Sungguh pemandangan yang membuat aku makin konak.. sehingga aku tidak konsen lagi dengan acara tv ataupun obrolan kami.

Sambil ngobrol dan bercanda.. kak Rini sering mengejek atau meledek aku hingga aku tak sadar menepuk betisnya yang indah dan mulus.
Setelah menepuk.. aku tidak menarik kembali tanganku.. tapi kubiarkan terparkir di betisnya sambil sesekali mengusapnya.
Jantungku makin dag dig dug.. aku gelisah.. karena baru kali ini selama aku tinggal dengannya bisa berdekatan sambil mengelus betisnya.
Kejadian di atas kapal laut yang aku coba lupakan terkenang kembali.

Penisku makin tegang dan terciplak jelas di celana pendekku.. karena aku tidak memakai celana dalam lagi di dalamnya.. –aku memang jarang memakai celana dalam kalau di rumah..–
Untuk menutupinya.. aku meminta bantal duduk yang lain yang berada di depan kak Rini.
“Tolongin bantalnya dong kak..” Sambil menunjuk bantal di depannya..
“Ambil aja sendiri.. malas amat seh bergerak..” katanya mengejekku.

Tanpa meminta lagi.. aku langsung bergerak mengambilnya.. tetapi aku harus melewati tubuhnya dan mau tak mau aku menindih pantatnya yang indah.
“Yang ini aja deh..” kataku sambil merebut bantal yang ada di pelukannya.
Tapi karena dia mempertahankannya.. akupun tertarik ke arah tubuhnya.. sehingga sekarang aku menindihnya dari atas.. sedangkan dia masih tetap tengkurap.

Sambil mempertahankan bantalnya.. buah pantatnya yang sudah aku tindih juga turut bergoyang menambah ketegangan penisku.
Dengan posisi seperti ini akupun bebas menciumi rambutnya yang harum.. sambil tangan dan lengan kami bersentuhan.
Sungguh posisi yang paling mengasyikkan.. dan aku pun akhirnya tetap berada di atas tubuhnya..

“Iihh.. kakak pelit..!”
“Biarin..!” katanya sambil tetap menatap layar tv.
Pandanganku tertutupi oleh sebagian rambutnya yang sebahu.. aku pun makin berani menciumi rambutnya.. perlahan mulai memegangi tangannya.

Jantungku berdegup kencang.. aku tahu kak Rini mengetahuinya.. tapi ketakutanku dikalahkan oleh nafsuku dan tanganku mulai berani menyibak dan mengelus rambutnya..
“Kakak harum..” kataku tanpa disengaja karena sensasi yang ditimbulkan oleh suasana seperti ini..
“Biarin.. kamu aja yang bau.. wwek..!” Katanya mengejekku.

Jangan lewatkan cerita pendek seks lainnya, seperti: Game Seks yang Bikin Ketagihan.

Setelah menyibak rambutnya.. kuberanikan mencium tengkuknya.. kak Rini tampak kaget walaupun sesaat.. tetapi dia tetap mengarahkan pandangannya ke layar tv walaupun aku tahu dia tidak konsen lagi dengan acara tv.

Melihat dia tidak protes aku semakin berani menciumi telinganya.. terus bolak balik ke lehernya..
“Kulit kakak muluss..” Kataku dengan gugup..
“Sshh.. biarin..” Jawabnya sedikit mendesah.

Mendapat respon demikian aku makin agresif.. kugoyang pinggulku agar penisku bisa lebih merasakan buah pantatnya sambil tanganku perlahan-lahan mulai menyusup ke arah ketiaknya.
Telapak tanganku pelan masuk melalui lubang ketiak dasternya.. mencoba mengusap pangkal payudaranya.
Sampai saat itu.. aku masih takut kalau kak Rini jadi marah karena ‘kenakalanku’.

Akan tetapi.. karena dorongan nafsu yang makin menjadi.. aku beranikan saja untuk menarik bawah dasternya sambil mengusap paha luarnya dengan tanganku yang satu.. sedangkan tangan yang lain tetap meraba-raba payudaranya.
Aku tak peduli lagi kalau dia marah.. karena sensasi yang tercipta benar-benar membuat penisku tak sabaran lagi.

Dengan dibantu kakiku.. aku coba merenggangkan pahanya.. setelah dasternya mulai sedikit demi sedikt tergeser ke atas pinggangnya.. sampai tampak celana dalam kak Rini yang berwarna putih.
Sepertinya ga ada respon negatif dari kak Rini.. dia diam saja.. malah cenderung penurut ketika aku menarik dasternya ke atas dengan mengangkat pantatnya sedikit.. sehingga penisku jadi makin menempel keras di buah pantatnya yang montok.

Sampai di sini aku masih mengelus-elus pahanya dengan lembut.. sementara tangan yang satu sudah kian berani menyelusupkan satu jari ke dalam mangkuk BH-nya sambil menekan lembut payudara kak Rini.
Aku juga mulai menciumi punggungnya yang sedikit terbuka di bagian atasnya.. terus ke bawah ke arah tali BH-nya.
Kugigit daster dan tali BH-nya bagian belakang lalu kutarik dan kulepas.. sehingga berbunyi clepak.. –bunyi tali BH mengenai kulitnya–.. dan kuulangi beberapakali.

“Hmm.. sakkitt..!” Rengeknya manja sambil menundukkan kepalanya ke bantal sambil menikmati permainanku..?
“Biarin..!” Balasku.. dan kami sama-sama tertawa.

Aku pun makin berani menarik celana dalam kak Rini ke bawah.. sambil aku mencoba mencium pipinya.
“Kamu nakaall..” Manjanya yang membuat aku makin bernafsu.

Aku tarik tanganku yang mengelus-elus payudaranya dan menarik wajahnya.. sehingga aku dapat mencium bibirnya.. walaupun hanya sebentar dan dengan agak susah.

Karenanya aku makin bernafsu dan ingin sekali menciumi bibirnya yang seksi.. aku bangun dan segera menarik celana dalam kak Rini sampai ke lutut.
Lalu aku membalikkan badannya dengan sedikit kasar.. sehingga sekarang posisi tubuh kak Rini terlentang di hadapanku dengan dasternya yang sudah terangkat sampai ke perut serta celana dalam sampai lutut.. yang memperlihatkan rimbunan bulu-bulu halus di selangkangannya.

“Kamu mau ngapain..!?” Katanya agak panik dan sedikit terkejut.
Tapi aku segera menindihnya dan memegang wajahnya.. lantas segera mencium bibirnya yang di atasnya ditumbuhi bulu-bulu halus seperti seperti kumis tipis.
Kak Rini merespon mencoba berontak dengan memalingkan wajahnya.. tetapi karena aku telah memegang mukanya.. akhirnya bibirnyapun berhasil aku lumat dengan sedikit menarik dagunya.. sehingga bibirnya terbuka.

Kak Rini pasif saja mulanya.. tapi setelah aku jilati bibirnya.. dia pun mulai membuka mulutnya dan mendesah..
“Ahh.. jangan Rick..!”
Tapi aku terus mencium.. menjilat sampai kak Rini pun berani membalas goyangan lidahku di dalam rongga mulutnya.
Lama kami bermain lidah.. saling menjilat disertai desahan nafas kami dan bunyi ‘plok’ saat bibir kami terlepas untuk menarik nafas.. kemudian melanjutkan saling kulum dengan ganasnya.

Perlahan tanganku meraih kedua tangannya dan menaruhnya di atas karpet di bagian atas kepala kak Rini sambil terus berciuman.
Aku kembali menciumi lehernya.. bahunya dan dadanya.
Kak Rini hanya mendesah tanpa berbicara.. “Akhh.. sshh..!!”
Dan aku makin melancarkan ciumanku.. kali ini ke ketiaknya yang putih.. –bulu-bulunya tidak selebat waktu di atas kapal laut–.. aku ciumin dan aku jilati..
“Akhh.. geli sayang..” Desahnya lalu menggigit bibirnya.. –itulah kata sayang yang pertama ditujukan padaku..– sambil kepalanya bergoyang kiri-kanan menikmati rangsangan yang aku berikan.

ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

Aroma tubuhnya yang sensasional dan sensasi bulu-bulu ketiaknya membuat aku makin terangsang.. tanpa permisi aku segera meremas payudaranya..
Kak Rini memelototi aku.. katanya.. “Sshh.. pelan-pelan.. sakit..!”
Aku pun segera memintanya untuk melepaskan dasternya agar aku bisa membuka BH-nya.. tapi dia merengek manja..
“Nggak mauu..” katanya pura-pura cemberut.. tapi aku segera mencopot celana dalamnya dan segera kubenamkan wajahku di vaginanya yang penuh dengan bulu-bulu halus menggairahkan.

“Kamu mau ngapain..!?” Tanyanya bingung..
Ga kujawab.. aku terus saja mencoba menguak pahanya dengan kedua tanganku lalu mulai menjilati vaginanya yang ternyata sudah mulai basah oleh cairan vaginanya.
“Jangan ahh.. kan bau tuh.. sshh..” Protesnya sambil mendesah menahan nikmat.. tapi aku justru merasakan aroma vagina yang membuat perasaan tidak karuan.
“Asyik kok kak.. punyanya kakak harum.. ya..?” kataku memuji karena memang harum.

Aku jilati bibir vaginanya yang menonjol.. clitorisnya.. dan dengan bantuan jari menguak vaginanya.. kutusukkan lidahku ke dalam lobang vaginanya.. sehingga kak Rini mengerang tak karuan..
“Ohh.. uuhh..”
Tiba-tiba aku merasa vaginanya menegang dan pahanya dirapatkan menjepit kepalaku.. dan aku mencium aroma vaginanya yang makin tajam diiringi lidahku merasakan cairan bening dari dalam lubang vaginanya. Ternyata kak Rini sudah orgasme.

Dia lantas mendorong kepalaku hingga terangkat dari vaginanya.. tangannya langsung menutupi lepitan vaginanya.. lalu tangan satunya mengambil celana dalamnya yang tergeletak di sampingnya.. untuk kemudian ia gunakan menutupi liang vaginanya dengan celana dalamnya itu.. berbaring membelakangiku sambil mengatur nafasnya yang memburu.

Aku kecewa karena tidak sempat menjilati cairan vaginanya yang harum.. –aroma bunga..–
Aku coba mendekatinya lagi sambil melepaskan celanaku.

Ketika aku coba menyentuh vaginanya dari belakang dia berkata.. “Sudah dong Rick..!”
Aku coba mengerti.. mungkin kak Rini malu kalau cairan vaginanya aku jilati.
Juga mungkin perasaannya yang bersalah telah orgasme di hadapan adik sepupunya sendiri.

Aku hanya memeluknya dari belakang sambil menempelkan penisku yang sudah ngeras habis di belahan pantatnya.. lalu aku belai-belai rambutnya.. mencoba menghiburnya karena aku sendiri belum mencapai klimaks.
“Kamu jahat.. ngerangsang aku sampai aku orgasme..” Katanya sewaktu aku sudah mulai menggesek-gesekkan penisku di belahan pantatnya.
Aku hanya diam.. karena aku makin terangsang ingin segera memasukkan penisku ke vaginanya.

Ketika aku makin kencang menggesekkan penisku yang mulai basah oleh sisa cairan vaginanya sementara kak Rini tetap diam saja.. aku lantas memutar tubuhnya.. sehingga dia kembali terlentang.. segera kembali kurenggangkan pahanya..
Tetapi untuk kali ini kak Rini menolak sambil menarikku dan berkata sambil membelai-belai wajahku..
“Jangan sayang.. aku takut hamil selama Mas Tanto nggak ada di sini..” Katanya memohon pengertianku.

“Tapi kak.. aku dah nggak tahan lagi..” Protesku.
“Di dubur aja kak kalau nggak mau di vaginanya kakak..?” lanjutku.
“Sakit sayang.. lagian nanti berbekas..” katanya memohon.

“Kalau gitu kakak oral aja..!” kataku sambil menyodorkan penisku ke mukanya.
Dia tampak kaget melihat penisku yang agak besar walaupun panjangnya cuman sekitar 15cm.
“Oke.. tapi kalau udah mau keluar bilang ya.. aku belum pernah nelan spermanya Mas Tanto..” Katanya sambil duduk dan membuka daster dan BH-nya.

Cerita Pendek Seks 2018 | Aku terpesona melihat bentuk payudara yang indah.. –punya pacarku saja yang dulunya aku bilang bagus masih kalah sama punyanya kak Rini–.. sampai aku tidak tahan untuk tidak meremasnya..
“Tete kakak bagus..” Pujiku.
Kak Rini hanya tersentum manis..
“Kalau udah mau keluar.. gesekin aja di sini ya..!”
Katanya sambil menunjuk ke payudaranya.. lalu dia memegang penisku dan mulai mengulumnya..

“Ssruupphh..” Bunyi kulumannya di kepala penisku yang agak besar sambil melumurinya dengan air liurnya. “Punyamu besar dan agak panjang dari Mas Tanto..” ujarnya di sela-sela slomotan bibirnya di penisku.
Tak terlalu kuhiraukan lagi kata-katanya di sela hisapannya itu.. karena aku sendiri sudah merasa terbang ke langit ke tujuh.
Posisi kami awalnya sama-sama berlutut.. kak Rini mengulum penisku sambil tangannya meremas-remas buah pantatku dan sesekali menyentuh lubang anusku.. semuanya itu menambah rangsangannya.

Aku memperhatikan kulit kak Rini yang benar-bener mulus dari punggungnya sampai ke pinggangnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.. bentuk pantatnya yang indah dan payudaranya yang menggelitik pahaku sambil mulutnya mengulum penisku..
“Akhh.. kak.. duduk dong..” Kataku sambil berdiri karena rangsangan yang dia berikan semakin memacu gairahku.
Kak Rini lantas duduk sementara aku berdiri.. lalu dia kembali memasukkan penisku ke mulutnya.
Kali ini aku yang menggoyang pantatku ke depan ke belakang.. lidahnya menahan kepala penisku setiap pantatku kudorong ke depan sambil tangannya memeluk kedua pahaku.

Beberapa menit kemudian aku sudah mulai merasakan desakan air maniku yang mau keluar..
Aku pun menarik keluar penisku.. tapi karena hisapan yang kuat dari mulut kak Rini aku pun mendorongnya.. rupanya dia mengerti kalau aku sudah mau klimaks..

Kak Rini segera berbaring dan memegang penisku.. lalu diarahkan ke payudaranya lalu menjepit.. aku disuruhnya untuk menggesek-gesekkannya sambil meremas payudaranya.. sampai..
“Akhh.. kakkh.. aku mau keluar..!” Kataku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.
Dan.. cret.. cret.. crett.. crett.. banyak sekali air maniku yang muncrat di dada dan leher kak Rini.. bahkan ada yang sampai mengenai mukanya.
“Akhh.. kakak nikmat bangett..!” Jeritku sambil tetap meremas payudaranya.

“Bersihin dong Rick.. sperma kamu banyak tuh..” Katanya sambil menyodorkan dasternya.
Aku pun mulai mengelap sisa-sisa spermaku di payudaranya.. leher dan mukanya.
Lalu aku ciumin bibirnya..
“Makasih Rick.. kamu puasin aku malam ini..” katanya perlahan.
“Kamu hebat.. pintar ngerangsang aku..” bisiknya lagi malu-malu.

“Dan mulai sekarang.. kamu nggak usah lagi tumpahin spermamu di celana dalam kakak yang udah kotor.. capek nyucinya tauk.. hehe..” godanya.
Jderr..!

ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ

“Jadi kakak tahu kalau aku sering tumpahin spermaku di celana dalamnya kakak..?” tanyaku malu..
“Iyalah. Tapi nggak papa kok.. kakak suka.. aku juga sering ciumin celana dalam kamu kok.. cuman kamu nggak tau kan..? Hehhe..”
Lalu katanya lagi.. “Sejak dari pertama kenal kakak sudah tertarik sama kamu, tapi kakak sembunyiin.. kamu aja yang agak berani.. terutama di atas kapal laut dulu..” katanya lagi.. mengejutkanku.

Jadinya malam itu kami lanjutkan bercerita tentang kejadian-kejadian yang kami alami selama ini yang sama-sama kami rahasiakan.. semuanya dibongkar dengan jelas.. dan sambil bercerita kami selingi dengan saling cium.. melumat bibir.. saling raba dan berpelukan.

Kami tertidur sambil berpelukan dengan telanjang di ruang itu setelah aku membuat kak Rini orgasme sekali lagi.. walaupun dengan jari-jari tanganku.. –itu permintaannya sendiri..– walaupun aku sebenarnya ingin merasakan vagina kak Rini.

 ROMEOPOKER88: AGEN POKER ONLINE, AGEN DOMINO99 ONLINE,  AGEN BANDARQ

Popular Posts

Categories

MAJALAH DEWASA. Powered by Blogger.

Recent

Comment

Label